Thursday, October 27, 2016

Usaha yang Bisa Dilakukan Mahasiswa

Masa mahasiswa adalah masa transisi antara masa ramaja yang indah sewaktu SMA, di masa ini kita hanya sibuk bermain dan juga pacaran mungkin tetapi di masa kuliah kita menuju masa dewasa yang sudah memikirkan kerja apa ya?, cari uang dimana ya? dan sebagainya. Sebenarnya itu adalah sebuah dilema tersendiri yang dihadapi mahasiswa, terutama mahasiswa semester akhir. Tetapi tidak lepas juga mahasiswa baru yang biasanya sangat semangat ingin punya usaha tetapi kebanyakan ga jalan karena minim pengalaman dan tidak ada tindakan.
Okelah tadi hanya sedikit intermezzo saja untuk sekedar mengingat masa lalu yang indah beberapa tahun yang lalu heheh. Oke kita akan masuk ke pembahasan utama kita, usaha apasih yang bisa dilakukan mahasiswa untuk memperoleh penghasilan?
Sewaktu menjadi mahasiswa terutama mahasiswa yang hanya kuliah pulang-kuliah pulang tentu mempunyai banyak waktu luang, dari waktu yang ada bisa dimanfaatkan untuk menjalankan usaha, untuk usaha yang bisa dilakukan mahasiswa istilahnya “sambilan” antara lain adalah
#Jadi Penulis Lepas
Sekarang kan banyak situs-situs yang menampung job-job online, bagi mahasiswa yang punya hobi dan kemampuan menulis apa salahanya mencoba untuk masuk ke bagian ini dan menjadi penulis lepas. Lumayan lah selain dapat menghasilkan uang tapi jugua bisa menyalurkan hobi.
#Jadi Diver Ojek Online
Bagi teman-teman mahasiswa yang punya kendaraan, ini adalah kesempatan yang bagus untuk mencari uang jajan tambahan. Menjadi driver ojek online menjadi pilihan yang tepat.
#Blog
Nah yang ini hampir sama dengan menjadi penulis lepas tetapi bedanya tulisan yang kamu tulis akan menjadi tulisanmu sendiri karena masuk ke blog mu sendiri. Nah usaha menjadi blogger memamng memakan waktu yang agak lama karena kamu harus mengisi konten blogmu terlebih dahulu. Dari mana bisa menghasilkan uang? Ketika konten blogmu berkualitas maka kamu bisa mendaftarkan blogmu ke situs-situs iklan agar iklanya dipasang diblogmu, dari situ lah uang akan diperoleh.
#RESELLER
Menjadi reseller adalah usaha yang mudah dilakukan, karena kalian tidak harus belanja untuk persediaan, kalian cukup mendaftaran diri menjadi reseller suatu usaha, misalkan reseller distro xxx, nah ketika ada temen kalian yang ingin membeli kaos distro xxx kaliah hanya menghubungi distro yang bersangkutan da distro tersebut yang akan mengirim barang yang dibeli temen kalian. Dari mana keuntungan yang akan kita dapatkan? Kita dapat keuntungan dari selisih harga jual yang diberikan distroo kepada kita dengan harga yang kita tetapkan kepada pembeli.
#Jualan Pulsa Elektrik
Usaha ini paling umum dilakukan oleh mahasiswa, kenapa? Karena usaha ini mudah dilakukan modal yang digunakan hanya sedikit selain itu pangsa pasarnya juga banyak dan jelas
Itulah usahan yang sering dan banyak dilakukan oleh teman-teman mahasiswa, usahanya simple dan bisa dilakukan di kamar kos teman-teman mahasiswa.
Dan terakhir saran saja sih, jika teman-teman memilih salah satu usaha diatas yang menjadi kunci sukses usaha teman-teman adalah telaten dan sabar dalam menjalankan usaha teman-teman.

Oke cukup sekian dari saya . salam sukses untuk teman-teman yang membaca artikel ini.

AYO INVESTASI

Investasi adalah kegiatan yang dilakukan dengan menempatkan seluruh atau sebagian dana yang dimiliki ke dalam instrument investasi dengan tujuan untuk memperoleh imbal hasil dari penempatan dana tersebut. Wadah atau tempat bagi transaksi jual beli instrumen investasi di Indonesia adalah Bursa Efek Indonesia (BEI).  Di zaman ekonomi yang modern, banyak sekali instrumen investasi yang dapat digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Masyarakat dapat mengalokasikan dananya kedalam bentuk surat berharga seperti deposito berjangka, obligasi, Surat Utang Negara (SUN) dll. Ketika masyarakat akan melakukan investasi masyarakat harus menggunakan broker sebagai penghubungan antara investor dengan penjual instrumen investasi. Dalam berinvestasi, kegiatan investasi dapat dibagi ke dalam dua golongan besar, yaitu investasi di Pasar Modal dan Juga Investasi di Pasar Uang.
Apa itu Investasi di Pasar Modal? Investasi di Pasar Modal adalah investasi dengan jangka waktu panjang dengan kurun waktu lebih dari satu tahun. Di Indonesia sendiri sudah terdapat pasar modal yang menaungi kegiatan investasi masyarakat, baik investor dalam negeri ataupun investor asing. Adapun instrument dalam investasi di pasar modal antara lain

  •         Saham
Saham adalah instrumen investasi dengan menempatkan dana atau modal ke dalam suatu perusahaan yang sudah Go Public. Keuntungan dari instrumen ini ada dua jenis yaitu capital gain dan deviden. Capital Gain adalah keuntungan yang diperoleh investor dari selisih harga beli-jual saham perusahaan dimana investor menempatkan dananya. Sementara deviden adalah keuntungan yang diperoleh investor dari persentase keuntungan perusahaan, sehingga investor akan menerima imbal hasil ketika diakhir periode keuangan perusahaan. Besar keuntungan deviden  tergantung dari keuntungan perusahaan dan juga besar penempatan dana di perusahaan. Adapun Indikator yang menggambarkan kondisi saham di Indonesia adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

  •          Obligasi
Obligasi adalah instrumen investasi berupa surat utang. Jadi ketika investor menempatkan dananya di perusahaan yang sedang membutuhkan dana, maka investor akan memperoleh surat utang dari perusahaan tersebut. Keuntungan dari obligasi diperoleh dari bunga obligasi yang ditetapkan oleh perusahaan. Jadi perusahaan akan membayar bunga sebesar tertentu kepada investor dalam jangka waktu tertentu. Dana investor yang ditempatkan di perusahaan tersebut akan dikembalikan ketika tenor obligasi telah jatuh tempo. Obligasi dapat diperjual belikan kepada investor lain.
Selanjutnya investasi di pasar uang, investasi di pasar uang memiliki jangka waktu yang lebih pendek dari pada investasi di pasar modal. Jangka waktu investasi di pasar uang adalah kurang dari satu tahun. Investasi di pasar uang sangat cocok bagi investor yang masih tergolong investor yang baru, hal ini dikarenakan investasi di pasar uang masih memiliki resiko yang lebih kecil jika dibandingkan dengan investasi di pasar modal. Adapaun instrumen dari pasar uang adalah sebagai berikut

  •          Surat Utang Negara (SUN)
Surat Utang negara adalah instrumen investai di pasar uang yang diterbitkan oleh pemerintah. Instrument ini memiliki tingkat keuntungan yang relatife kecil tetapi memiliki tingkat keamanan yang sangat baik karena instrumen ini dikeluarkan pemeritah sehingga resiko gagal bayar sangat kecil. Pemerintah mengeluarkan surat utang dengan tujuan untuk membiayai pengeluaran pemerintah baik jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

  •          Deposito
Deposito adalah instrumen investasi yang diterbitkan bank umum kepada nasabahnya atas penempatan dananya di bank tersebut dalam jangka waktu tertentu dan dengan bunga sebesar tertentu. Besarnya bunga deposito tergantung dari permintaan dan penawaran antara bank dengan nasabah yang memiliki dana.

  •          Surat berharga pasar uang
Adalah instrumen berupa surat berharaga yang diperjuala-belikan di pasar uang dibawah pengawasan Bank Indonesia. Hal ini sesuai dengan instrument kebijakan Bank Indonesia yaitu politik diskonto. Adapun surat berharga yang diperjual belikan adalah surat berharga yang diterbitkan perusahaan swasta dan juga BUMN. Untuk meyakinkan masyarakat tentang keamanan dalam berinvestasi di dalam instrumen surat berharaga, digunakan sistem peringkat dalam instrumen surat berharga yang diterbitkan. Sehingga masyarakat akan mengetahui mana surat berharga yang memiliki resiko gagal bayar dan mana surat berharaga yang aman untuk investasi.
Di zaman ekonomi modern ini, sebenarnya investor bisa dengan mudah mendapatkan akses untuk melakukan investasi. Dimana hampir setiap perekonomian antara negara di dunia ini saling berhubungan satu sama lain. Investor di Indonesia bisa melakukan investasi di negara lain dan begitu juga sebaliknya. Dengan begitu investor bisa dengan mudah memilih Negara mana yang akan menjadi tujuan investasi dengan pertimbangan keuntungan dengan resiko yang akan diperoleh.
Sekarang pertanyaannya adalah, seberapa pentingkah investasi itu? Jawabanya adalah investasi itu sangat penting. Kenapa? Selain sebagai salah satu sumber penghasilan bagi investor, investasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Untuk penjelasan lebih lanjut baca juga artikel saya tentang Peran Pasar Modal dalam Perekonomian dan Pengaruh Investasi Terhadap Pengangguran
 Dalam perekonomian, ada pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak yang kekurangan dana. Perusahaan-perusahaan yang ada di pasar modal adalah pihak yang mengalami kekurangan dana, perusahaan membutuhkan dana tambahan untuk melakukan ekspansi usahanya. Jika banyak perusahaan di pasar keuangan Indonesia tercukupi kebutuhan akan dana untuk tujuan ekspansi usaha maka output dari perusahaan akan dapat dinikmati masyarakat sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, selain itu juga bagi perusahaan dengan tujuan ekspor dapat menambah jumlah outpu yang akan diekspor dan secara tidak langsung akan menambah jumlah devisa yang masuk ke Indonesia, sehingga perekonomian di Indonesia akan menjadi lebih baik. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak melakukan investasi, selain menghasilkan keuntungan untuk investor, investasi juga menguntungkan bagi perekonomian negara kita.

Sunday, May 29, 2016

Kualitas dan Produktifitas SDM Masih Menjadi Masalah

Dengan semakin majunya teknologi dan terjadinya globalisasi ekonomi yang melanda seluruh Negara di dunia, wajar bila semakin terkaitnya perekonomian suatu Negara dengan Negara lain. Dan bukan hal aneh lagi apabila perekonomian suatu Negara dipengaruhi oleh kondisi perekonomian Negara lain terutama Negara yang lebih maju dengan perekonomian yang jauh lebih kuat. Salah satu contohnya adalah Indonesia yang perekonomiannya dipengaruhi oleh banyak Negara maju seperti Jepang, China dan Amerika Serikat.

















Grafik diatas menunjukkan bahwa tingkat investasi Negara lain di Indonesia semakin meningkat.  Namun dilemanya adalah, semakin berkembang dan tumbuhnya perekonomian dalam negeri tidak didukung dengan kualitas SDM dan tenaga kerja yang memadai.
Mengutup dari  Republika dalam Kemenperin.go.id, “Daya saing dan produktivitas tenaga kerja di Indonesia menjadi relatif rendah. Salah satu penyebab utamanya adalah tingkat pendidikan tenaga kerja yang masih rendah. Ini membuat tenaga kerja Indonesia masih berpenghasilan rendah dan tak mampu bersaing dengan negara tetangga. Berdasarkan data Kemenakertrans per Agustus 2012, dari 118,05 juta tenaga kerja yang terdaftar, 82,10 juta merupakan lulusan sekolah dasar, 38,57 juta lulusan sekolah menengah pertama, mengikuti 27,65 juta lulusan sekolah menengah atas, dan 13,54 lulusan sekolah menengah kejuruan. Hanya 3,87 juta lulusan diploma dan 8,17 juta sarjana.
Hal inilah yang menyebabkan Indonesia dibanjiri oleh tenaga kerja asing, dan itulah kenapa tenaga kerja asing lebih banyak menempati posisi yang jauh lebih baik dari pada tenaga kerja dalam negeri. Tenaga kerja lebih banyak menjadi buruh di Negara sendiri karena kalah dalam hal kualitas dengan tenaga kerja asing. Selain dari kualitas, tenaga kerja Indonesia juga kalah dalam hal produktifitas.
Produktifitas tenaga kerja di Indonesia memang dari tahun 2009 sampai dengan 2013 terus mengalami peningkatan, pada tahun 2013 per tenaga kerja mampu menghasilkan 24,6 juta/tahun, seperti data dibawah ini. Tetapi jika dibandingkan dengan tenaga kerja Negara lain, tenaga kerja Indoesia  masih kalah.
Produktifitas itu sangat penting, semakin baik tingkat produktifitas tenaga kerja Indonesia, maka akan menyebabkan semakin baik kualitas kesejahteraan masyarakat dan juga semakin membaik posisi Indonesia dibandingkan dengan Negara lain. Adapun solusi dalam mengatasi tingkat produktifitas yang rendah adalah dengan cara :
1.      Penataan birokrasi dan manajeman dan perbaikan iklim usaha
2.      Inovasi teknologi
3.      Peningkatan kualitas SDM
4.      Pengembangan budaya produktif (Haryani, 2014)

Sumber :
Worldbank.org
Kemenperin.go.id
nasional.republika.co.id
Haryani Estiarti, produktifitas kebijakan dan program, 2014



Sunday, April 17, 2016

Kebijakan Suku Bunga Negatif

Baru-baru ini sedang marak dan sedang hangat berita yang membahas masalah suku bunga negatif yang diterapkan di beberapa negara, salah satunya adalah Jepang dan Uni eropa. Kebijkan ini diambil karena gairah masarakat dinegara terkait untuk berkonsumsi sangat rendah. Mengutip Liputan 6, bahwa kebijakan suku bunga negatif di Jepang bertujuan untuk merangsang masyarakatnya untuk konsumsi dan berinvestasi.

Tapi yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kebijakan ini mampu membangkitkan perekonomian di negara tersebut?

Kebijakan ini secara tidak langsung akan menyebabkan adanya capital outflow karena rendahnya suku bunga di negara tersebut. Investor akan mencari negara dengan suku bunga yang lebih tinggi untuk mendapat keuntungan yang lebih, sesuai dengan teori paritas suku bunga. Dengan adanya capital outflow maka diharapkan nilai tukar yen akan turun. Dengan turunya Yen maka diaharpakan pendapatan dari Ekspor akan lebih banyak dan kualitas barang ekspor lebih kompetitif lagi.
Mengutip dari katadata, Tujuan utama kebijakan suku bunga negatif itu adalah untuk melemahkan nilai tukar Yen terhadap mata uang negara lain, selain itu dengan suku bunga negatif maka diharapkan masyarakat lebih banyak meminjam dana dan melakukan konsumsi sehingga tingkat inflasi dalam jangka panjang dapat meningkat.

Sisi negatif dari penetapan kebijakan suku bunga negatif adalah kerugian yang dialami oleh perbankan. Ketika suku bunga negatif, ditakutkan tidak ada orang yang menyimpan dananya di bank, lalu dari mana bank memperoleh dana untuk menyalurkan kredit kalau tidak ada sumber dana yang akan disalurkan. Jika otoritas moneter negara tersebut tidak berhati-hati maka bisa saja terjadi krisis perbankan.

Sumber :
Liputan6.com

Katadata.co.id

Friday, February 26, 2016

Peran Pasar Modal dalam Perekonomian Indonesia



        
    Pasar modal di Indonesia sudah berdiri sejak tahun 1912 yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda. Bursa efek tersebut didirkan di Jakarta, kemudian pada tahun 1925 didirikan juga bursa efek di Surabaya dan Semarang. Bursa efek tersebut digunakan pemerintah Belanda guna menarik dana untuk kepentingan modal perusahaan milik Pemerintah Hindia Belanda.
            Sekarang ini pasar modal di Indonesia masih tetap berjalan dan terus mengalami perkembangan. Tetapi, peran pasar modal di Indonesia dirasa masih kurang berperang dalam perekonomian di Indonesia. Pasar modal di Indonesia masih kalah dari perbankan yang ada di Indonesia, terutama dari sisi pembiayaan. Masih banyak perusahaan yang mencari pendanaan dari sektor perbankan.
            Pada tahun 2008 jumlah pendanaan pasar modal hanya 30% saja dari total pendanaan, masih kalah jauh dari pendanaan yang dilakukan oleh perbankan yaitu sebesar 60% dari total pendanaan. Sementara pada semester I 2014, penjaringan dana dari bursa efek hanya sebesar 15,8 triliun dari proses IPO, Right Issue dan penawaran waran. Hal ini mengalami penurunan, tahun 2013 penjaringan dana pada semester I mencapai 27,35 triliun hanya dari IPO dan Right Issue.
            Dari data diatas, memang dirasa peran pasar modal di Indonesai belum terlalu signifikan dalam menunjang perekonomian di Indonesia. Seharusnya pasar modal lebih dominan dari perbankan, seperti halnya di negara-negara maju. Pasar modal di negara maju kebanyakan lebih dominan dari pada perbankannya. Hal ini dikarenakan pembiayaan dari pasar modal lebih bersifat direct finance.
            Direct finance sendiri adalah pendanaan yang dilakukan secara langsung, dimana perusahaan akan mendapatkan dana lebih mudah dan lebih murah ari pada harus meminjam di perbankan. Jika mencari sumber pendanaan dari bank, perusahaan harus membayar cicilan pokok dan bunganya sementara jika mendapat sumber dana dari pasar modal, perusahaan hanya akan membayar dana dalam bentuk deviden kepada pemilik dana.
            Pertanyaannya Kenapa perang pasar modal di negara maju sangat kental? Jadi peran pasar modal sangat penting bagi pertumbuhan perusahaan, sumber dana akan dengan mudah diperoleh oleh perusahaan ketika pasar modal di negara tersebut berjalan dengan baik, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada perekonomian dinegara tersebut. Jadi itulah kenapa pasar modal di negara maju lebih dominan dari pada perbankannya, hal ini sesuai dengan beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan. Jadi ini bisa menjadi indikasi kenapa perekonomian Indonesian kalah dari negara-negara lain, hal ini dikarenakan perusahaan Indonesia kurang mendapat dukungan modal dari investor sehingga kinerja perusahaan tidak bisa mendorong perekonomian karena keterbatasan dana dan dukungan dari pasar modal.
            Jadi pengembangan pasar modal di Indonesia akan menjadi tantangan bagi pemerintah di Indonesia. Ya pemerintah harus gencar melakukan sosialisasi pengenalan pasar modal kepada masyarakat. Sehingga nantinya peran pasar modal menjadi lebih signifikan, yang pada akhirnya nanti akan mendorong perekonomian di Indonesia.

Sumber :
Investasi.kontan.co.id